Rabu, 03 Juni 2009

Lapangan softball



Sofbol atau softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari 2 tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.

Terdapat tiga tipe permainan sofbol:

  • Fast pitch softball merupakan permainan ditentukan oleh pitcher. Pitcher melempar bola dengan kecepatan maksimum, serupa dengan bisbol. Perbedaan terdapat pada gaya lempar pitcher dan cara pelepasan bola. Pelepasan bola terletak di bawah atau sama dari posisi glove.
  • Modified pitch softball atau sering dikenal dengan nama modball. Tujuan utamanya adalah untuk melunakkan aturan-aturan yang dipakai di kategori fast-pitch sehingga pemain-pemain yang belum terbiasa tidak akan terkejut dengan peraturan-peraturan yang "ketat" di sofbol seperti strike zone, jarak antara base, lamanya permainan dan lain-lain. Kecepatan lemparan pitcher dalam modball berada di antara fast dan slow pitch. Kecepatan bola dibatasi dengan putaran lengan melebihi bahu.
  • Slow pitch softball memberikan kemudahan bagi batter untuk memukul bola. Batter diberi bola terus-menerus oleh pitcher sampai bisa memukul bolanya. Lemparan pitcher pelan melambung. Permainan ini sering dimainkan dalam komunitas sosial sebagaimana sebuah kompetisi, tanpa dibatasi umur dan gender.
Sejak hari Kamis, tepatnya pada tanggal 26 Maret 2009, walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono meresmikan berdirinya The Ostrich Baseball Softball Club di lapangan Dharmawangsa Surabaya. The Ostrich mengkhususkan untuk melakukan pembinaan bisbol pada usia dini yakni berusia antara 7-12 tahun. Agenda yang dilakukan The Ostrich juga banyak, seperti latihan rutin, sosialisasi olahraga bisbol ke beberapa sekolah di Surabaya, pengadaan coaching clinic oleh pelatih kepala tim bisbol Indonesia asal Jepang, Kazuto Nonaka. Event terakhir yang diikuti The Ostrich adalah turnamen Indonesian Little League yang berlangsung di Sentul pada April kemarin. Anggota The Ostrich juga sudah mencapai 70 orang lebih.

0 komentar:

Posting Komentar